Suatu hari ketika aku hidup dalam keadaan yang sangat menjenuhkan, layaknya seorang yang harus selalu mengikuti semua kemauan orang tuaku. Aku selalu di atur dan di berikan hak yg berbeda dari saudaraku yg lainnya. Aku selalu di kesampingkan. Tak pernah meeka memperdulikanku. Dan ketika aku menemukan seseorang wanita yang mengerti keadaanku selama ini dan memberikan perhatian lebih kepadanku. Kehidupanku serasa berubah dari yang ku alami selama ini. Akhirnya aku pun mulai memberontak terhadap setiap kemauan orang tuaku dan melakukan apa yg aku ingin lakukan selama ini. Walaupun aku memberontak aku selalu tau batasan sampai mana aku harus bertindak dan tidak pernah melampaui hal-hal yg dilarang.

           Dan wanita itu selalu ada mendampingiku dalam setiap langkah ia berjalan. Dan akhirnya aku  mulai tau apa arti hidup sebenarnya. Dan saat aku mulai menemukan kebahagiaannya sesuatu hal yg buruk pun terjadi terhadap hidupku. Orang yg selalu mendampingiku selama ini pergi meninggalkanku tanpa sepatah katapun. Dia meninggalkan ku tanpa suatu sebab yg tidak pernah aq tau.  Mulanya aku berpikir dia sudah menemukan orang yg lebih baik dari aku, tapi setelah semua sahabatku berkata kalau dia sedang jatuh sakit. Dan sakitnya cukup membuatku takut. Kenapa dia tidak pernah ilang kalau dia mengidap peyakit “kanker otak” dan sudah mencapi stadium 3.

           Seluruh air mataku pun menetes dan aku langsung menuju rumahnya. Sesampai di rumahnya ku lihat bendera kuning ada di depan rumahnya. Aku masuk dan melihatnya berbaring sudah tak bernyawa lagi. Kurasakan hal yg sangat ganjil di hatiku. Sahabat-sahabatku berusaha untuk menenangkanku. Aku berlari keluar rumah dan aku pergi kesuatu tempat dimana iu adalah tempat favorit kami berdua. Aku tak mau mengikuti pemakamannya. Aku terlalu sedih sampai tak kuat untuk melihatnnya dikuburkan.

      Setelah beberapa jam aku mulai sadar bahwa ini suatu hal yg bodoh jika aku seperti ini. Akhirnya aku menuju ke tempat pemakamannya dan ternyata dia sudah di kuburkan. Seketika air mataku mulai menetes dan membasahi pipiku. Aku berlutut dan menangis di depan makamnya. Para sahabatku melihat dan berusaha untuk menenangkanku. Aku mulai menguatkan diriku. Dan aku pergi meninggalkan makam itu.

            Beberapa minggu sesudah pemakamannya aku sudah banyak berpikir bahwa jika seperti ini terus maka aku akan hancur. Akhirnya aku mulai menentukkan hidup baru dan terus menatap ke depan. Biarlah hal ini menjadi kenangan terindah sekaligus menjadi hal yg tidak akan pernah aku lupakan.

“Tiada kata indah yg dapat ku ucapkan untukmu, tiada harta yg sanggup ku berikan, aku hanya memberikan 2 hal, yaitu CINTA dan KASIH SAYANG”  ..

Itu ceritaku cintaku,,,,, bagaimana cerita cinta kalian..???